Wednesday, September 5, 2007

News.

Australian Idol 2006 Bangga Jadi Komunitas Indonesia


Darwin, 2/9 (ANTARA) - Artis Australia keturunan Indonesia-Aborigin yang merupakan "Runner-up" Australian Idol 2006, Jessica Mauboy, bangga menjadi bagian dari komunitas Indonesia di Northern Territory (NT) dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan Konsulat RI Darwin, Sabtu malam.

"Terima kasih Konsulat RI, dan saya bangga bisa bersama kalian malam ini ... Masyarakat Indonesia, terima kasih," kata artis berusia 18 tahun itu ketika menerima sertifikat penghargaan atas prestasinya yang tinggi di bidang seni musik dari Konsul RI Darwin, Harbangan Napitupulu.

Kepada ANTARA News yang menemuinya setelah pemberian penghargaan kepada lima putri-putri keturunan Indonesia dan Australia berprestasi itu, Jessica mengatakan, ia bangga dengan penghargaan yang diterimanya dan juga bangga "bisa menjadi bagian dari komunitas Indonesia."

"Saya bangga bisa menjadi bagian dari komunitas Indonesia," katanya.

Selain Jessica, empat penerima penghargaan Konsulat RI Darwin lainnya adalah Daniel Niku Ennis (13), penerima beasiswa Pemerintah NT untuk melanjutkan studi ke universitas terkemuka di Australia, Yuliana Pascoe (18), penerima penghargaan Pemerintah NT untuk bidang seni suara, Saidina Parvero (22), juara satu bulu tangkis untuk kontingen NT pada Arafura Games, dan Dyan Newall (13), wakil NT dalam seleksi pamain bola junior Australia.

Daniel dalam sambutannya mengatakan, penghargaan yang diterimanya ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak lainnya untuk meraih suskes, sedangkan Yuliana mengaku "sangat terkejut" dengan penerimaan penghargaan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada kedua orangtuanya yang senantiasa mendukung dan mendampinginya dalam kegiatan berkesenianannya.

Sebelumnya, Sekretaris I/Pensosbud Konsulat RI Darwin, Buchari Hasnil Bakar, mengatakan, gagasan Konsul RI Darwin, Harbangan Napitupulu, untuk menampung aspirasi masyarakat Indonesia di Darwin merupakan bagian dari misi perwakilan RI di luar negeri dalam mencermati dinamika kehidupan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Pemberian penghargaan pada "Pesta Rakyat" yang menjadi puncak peringatan HUT RI ke-62 itu juga memiliki arti yang penting bagi Indonesia mengingat para penerimanya adalah anak-anak hasil pernikahan campuran antara Indonesia dan Australia yang mengukir prestasi bertaraf nasional di Australia,

News.

Masyarakat Rusia Dukung Perubahan di Indonesia


Moskow (ANTARA News) - Masyarakat Rusia sangat simpati dan mendukung perubahan di Indonesia, yang tercermin pada upaya angkatan tua Rusia mengajar pemuda Rusia menghormati sejarah Indonesia, mengingat sumbangannya pada perkembangan sejarah.

Hal itu dikemukakan Wakil Kepala Departemen Sejarah Asia Tenggara dari Lembaga Negeri Asia dan Afrika Universitas Moskwa Vladilen Tsyganov kepada pengulas politik RIA Novosti Dmitry Kosyrev di Moskwa hari Rabu.

"Indonesia adalah dunia kecil dihuni ratusan suku bangsa, yang berbicara dengan lebih dari 500 bahasa. Mereka memiliki sejarah menarik. Kami sangat simpati pada revolusi dan mendukung hal itu," katanya dengan menyebutkan bahwa seni beladiri Indonesia, pencak silat, juga dipelajari oleh masyarakat Rusia.

Menurut dia, sejarah Indonesia memiliki banyak masa penting sebagaimana halnya China dan Jepang.

"Indonesia memiliki kepribadian cemerlang. Soekarno benar-benar luar biasa. Tandingannya, yang setara dalam sejarah dunia, hanyalah Chou En-lai dan Nasser," katanya.

Disebutkannya bahwa lebih banyak orang tertarik pada Soekarno di Rusia.

"Kami memiliki hubungan cukup lama dengan Indonesia. Masih segar dalam ingatan banyak orang Rusia ketika Presiden Soekarno datang ke negara ini dengan hangat. Itu bulan madu hubungan kita. Kami membantu Indonesia membebaskan jajahan terakhir, Irian Barat. Orang mengingat Indonesia, yang secara paradoks menjadi bagian dari legenda. Semua memiliki banyak penggemar," katanya menjelaskan.

Dia juga mengatakan bahwa anggapan masyarakat Rusia hanya mengenal tiga B --batik, Bali, dan Borobudur-- sangat tidak benar.

"Ada juga yang mempelajari senjata dari berbagai macam suku berbeda. Banyak juga yang tertarik akan pengalihan mitologi India di Indonesia, Ramayana dan Mahabarata, yang juga cukup berbeda. Indonesia memiliki pahlawan epiknya sendiri," katanya.

Kedudukan penting Indonesia, menurut dia, terjadi karena letaknya, yang sangat strategis di dunia.

"Ambil saja sejarah penelusuran bumi Eropa. Sangat tidak mungkin masuk Indonesia tanpa melewati selat Malaka, belum lagi melalui negara lain Asia. Itu jalur yang ditempuh baik dari India maupun Cina," katanya.

Sementara itu, kepada Mikhail Tsyganov, kepala Biro RIA Novosti di Jakarta, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengatakan bahwa hubungan antara dua negara itu didasarkan atas kepentingan.

"Pada kurun waktu berlainan, alasan pengembangan hubungan baik juga diperkuat oleh perkembangan baik di Rusia dan Indonesia, yang menjurus kepada persamaan orientasi setelah melalui proses peralihan kedua negara menerapkan kebijakan reformasi dan keterbukaan ekonomi," katanya.

Mengenai keadaan hubungan dwipihak saat ini, Menteri Luar Negeri Indonesia itu mengatakan bahwa dokumen dasar acuan, yaitu deklarasi tentang kerangka hubungan persahabatan dan kemitraan 2003, telah dilengkapi dengan peta jalan pengembangan hubungan dwipihak kedua negara, yang dirancang dalam pertemuan pejabat tinggi belum lama ini di Lombok pada 14-15 Juni 2007.

Teknologi

Jaringan 3G Telkomsel Siap Dukung Forum GSM Asia Pasific


Surabaya (ANTARA News) - Operator telekomunikasi Telkomsel telah menyiapkan jaringan luas dan berkualitas Generasi Ketiga (3G) guna memberikan kenyamanan pertemuan operator Global System for Mobile Communications (GSM) se-Asia Pasific atau GSM Forum Asia Pasific di Bali, 8 September mendatang.

Corporate Communications Telkomsel, Nadira Febriati, di Surabaya, Rabu, menjelaskan, dengan disiapkan jaringan itu maka pelanggan dan juga pengguna dapat menikmati layanan "Dunia 3G Telkomsel" di sepanjang jalur utama di Pulau Dewata.

Menurut dia, untuk memastikan kesiapan jaringan 3G (HSDPA) Telkomsel di Bali, hari ini dilakukan pengecekan langsung di di sepanjang jalur utama di Pulau Bali menggunakan kendaraan bus umum yang dilengkapi alat khusus drive test and Monitoring Radio Cellular Performance yang dapat menampilkan performansi jaringan Telkomsel dari sisi ketersediaan sinyal dan kualitas jaringannya.

Pengecekan dilakukan oleh GM Regional Sales & Customer Service Telkomsel, Hastining Bagyo Astuti didampingi oleh Manager Service Quality Assurance bersama dengan mitra Telkomsel.

?Sebagai service leader yang saat ini telah dipercaya melayani lebih dari 44 juta pelanggan atau lebih dari 50 persen pengguna seluler di Indonesia, kami siap menyambut kehadiran 139 operator dari 49 negara peserta GSM AP," katanya.

Wednesday, August 29, 2007



SIC basketball team
2006.sehabis mengikuti MASISIR cup.

Wednesday, August 22, 2007

Humor

"Pameran Lukisan"
Suatu hari seorang presiden sebuah negara berkembang
pergi melihat pameran lukisan. Karena saat itu beliau
mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur , maka ia
mengajak satu ajudannya untuk menuntunnya.
Presiden : "Wah, lukisan ini apik benar. Gambar ikannya
bener-bener hidup."
Ajudan : "Shttt... Jangan keras-keras Pak. Itu gambar
buaya."
Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.
Presiden : "Gambar Gajah ini benar- benar gagah."
Ajudan : "Shttt... Ojo keras-keras Pak. Itu gambar
banteng."
Presiden itu kemudian menahan diri memberi komentar
sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran dia berseru:
"Wah , sing iki apik tenan. Lukisan Gorila nya begitu
nyata anatominya."
Ajudannya langsung tertegun dan berkata : "Pssttt....
Jangan keras-keras Pak.
Itu cermin !

Humor





Negara Indonesia melalui maskapai penerbangannya,si Garuda dilarang terbang ke negara Uni Eropa,Korea dan Arab Saudi.
Alasannya si Garuda itu,harus memenuhi syarat keselamatan penerbangan.Dan itu urusan pemerintah Indonesia,ya seperti kasus penghentian order sepatu NIKE kepada PT HASI dan PT NAGA.Pertanyaanku kenapa sih negara -2 lain,mau ikut campur urusan dalam negeri Indonesia.Satu kata mari kita "LAWAN"...
Kita semua harus bangga punya Garuda Indonesia,PT Hasi,PT Naga.Pertanyaan saya Garuda apa,yang bisa masuk perut....?.
Pasti kacang Garuda....

Sunday, August 12, 2007

Naskah afat.bd.

Sparatisme mengancam
......NKRI......


Pendahuluan

Gerakan berbau separatis semakin berani menampakkan diri. Setelah di Ambon, kemarin giliran di Papua. Bendera Bintang Kejora yang menjadi lambang OPM (Organisasi Papua Merdeka) muncul dalam acara Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua yang berlangsung di GOR Cenderawasih, Jayapura. Modusnya, pembentangan bendera OPM itu sama dengan kemunculan bendera RMS, yakni saat tarian. Bedanya, bendera RMS yang muncul di hadapan Presiden SBY di Ambon disusupkan lewat tarian Cakele. Sedangkan bendera OPM dibentangkan dalam salah satu tarian resmi pada acara Masyarakat Adat Papua. Tidak tertutup kemungkinan hal ini terjadi di wilayah lainnya seperti di Aceh, karena hingga saat ini Gerakan Aceh Merdeka belum bubar, walaupun telah ada kesepakatan Helshinki.





Gerakan separatis dalam upayanya untuk memisahkan diri dari wilayah NKRI telah melakukan berbagai manuver dengan melakukan propaganda seperti mengangkat isu pelanggaran HAM, pelurusan sejarah, diplomasi ke parlemen-parlemen berbagai dunia, untuk memperoleh dukungan melepaskan/memisahkan diri dari wilayah NKRI. Apa pun bentuk kegiatan itu, jika sudah keluar dari koridor hukum dan NKRI, itu adalah tindakan makar. Konsekuensinya, mereka harus berhadapan dengan proses hukum. Aceh, Maluku, dan Papua adalah bagian sah dari NKRI dan itu sudah diakui masyarakat internasional. Jika masih ada kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu keutuhan dan kedaulatan NKRI, itu sudah jelas sebagai separatis. Setiap kegiatan atau agenda yang mengarah ke separatis tidak bisa ditoleransi. Pihak aparat keamanan TNI/Polri harus siap menumpas setiap kegiatan yang mengarah ke separatis. Sebab, itu sudah menjadi musuh negara. Selain itu, peran serta berbagai komponen bangsa, baik kalangan elit politik, intelektual, maupun peran media massa baik cetak maupun elektronik untuk turut berperan serta dengan upaya meminimalisir propaganda dari gerakan separatis untuk memisahkan diri dari wilayah NKRI


GAM di Aceh, RMS di Maluku, Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua ialah percik-percik api separatisme dan disintegrasi yang de facto menjadi bahaya bagi bangsa ini , yang rupanya akan terus muncul dan menjadi tantangan bagi keutuhan NKRI.Pada awalnya kecil tapi lama-lama akan membesar.
Ketika sudah membesar, apalagi kemudian menjadi isu internasional, kita akan kewalahan mengatasinya. Dan, inilah yang terjadi dengan Timor Timur (kini Timor Leste) dan GAM hingga perjanjian Helsinki. Timor Timur akhirnya merdeka dan menjadi negara Timor Leste. Sedangkan GAM akhirnya bersedia ke meja perundingan yang berakhir pada perjanjian Helsinki yang memberikan otonomi yang lebih luas pada Nanggroe Aceh Darussalam.

.......