Sunday, August 12, 2007

Naskah afat.bd.

Sparatisme mengancam
......NKRI......


Pendahuluan

Gerakan berbau separatis semakin berani menampakkan diri. Setelah di Ambon, kemarin giliran di Papua. Bendera Bintang Kejora yang menjadi lambang OPM (Organisasi Papua Merdeka) muncul dalam acara Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua yang berlangsung di GOR Cenderawasih, Jayapura. Modusnya, pembentangan bendera OPM itu sama dengan kemunculan bendera RMS, yakni saat tarian. Bedanya, bendera RMS yang muncul di hadapan Presiden SBY di Ambon disusupkan lewat tarian Cakele. Sedangkan bendera OPM dibentangkan dalam salah satu tarian resmi pada acara Masyarakat Adat Papua. Tidak tertutup kemungkinan hal ini terjadi di wilayah lainnya seperti di Aceh, karena hingga saat ini Gerakan Aceh Merdeka belum bubar, walaupun telah ada kesepakatan Helshinki.





Gerakan separatis dalam upayanya untuk memisahkan diri dari wilayah NKRI telah melakukan berbagai manuver dengan melakukan propaganda seperti mengangkat isu pelanggaran HAM, pelurusan sejarah, diplomasi ke parlemen-parlemen berbagai dunia, untuk memperoleh dukungan melepaskan/memisahkan diri dari wilayah NKRI. Apa pun bentuk kegiatan itu, jika sudah keluar dari koridor hukum dan NKRI, itu adalah tindakan makar. Konsekuensinya, mereka harus berhadapan dengan proses hukum. Aceh, Maluku, dan Papua adalah bagian sah dari NKRI dan itu sudah diakui masyarakat internasional. Jika masih ada kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu keutuhan dan kedaulatan NKRI, itu sudah jelas sebagai separatis. Setiap kegiatan atau agenda yang mengarah ke separatis tidak bisa ditoleransi. Pihak aparat keamanan TNI/Polri harus siap menumpas setiap kegiatan yang mengarah ke separatis. Sebab, itu sudah menjadi musuh negara. Selain itu, peran serta berbagai komponen bangsa, baik kalangan elit politik, intelektual, maupun peran media massa baik cetak maupun elektronik untuk turut berperan serta dengan upaya meminimalisir propaganda dari gerakan separatis untuk memisahkan diri dari wilayah NKRI


GAM di Aceh, RMS di Maluku, Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua ialah percik-percik api separatisme dan disintegrasi yang de facto menjadi bahaya bagi bangsa ini , yang rupanya akan terus muncul dan menjadi tantangan bagi keutuhan NKRI.Pada awalnya kecil tapi lama-lama akan membesar.
Ketika sudah membesar, apalagi kemudian menjadi isu internasional, kita akan kewalahan mengatasinya. Dan, inilah yang terjadi dengan Timor Timur (kini Timor Leste) dan GAM hingga perjanjian Helsinki. Timor Timur akhirnya merdeka dan menjadi negara Timor Leste. Sedangkan GAM akhirnya bersedia ke meja perundingan yang berakhir pada perjanjian Helsinki yang memberikan otonomi yang lebih luas pada Nanggroe Aceh Darussalam.

No comments:

.......